Tulang Rawan – Pengertian, Fungsi, Jenis, Struktur, Ciri dan Contohnya

Posted on

Tulang Rawan – Adalah jenis jaringan ikat lentur yang ada di berbagai anggota tubuh manusia atau hewan, termasuk persendian di antara tulang, tulang rusuk, telinga, hidung, saluran, tenggorokan, dan juga cakram vertebrata intervertebralis. Untuk memahaminya lebih lanjut terkait Pengertian, Fungsi, Jenis, Struktur, Ciri dan Contohnya, silahkan kalian simak penjelasan lengkapnya dibawah ini gaes!

Pengertian

Tulang Rawan

Tulang rawan adalah jenis jaringan ikat lentur yang ada di berbagai anggota tubuh manusia atau hewan, termasuk persendian di antara tulang, tulang rusuk, telinga, hidung, saluran, tenggorokan, dan juga cakram vertebrata intervertebralis.

Tulang ini terdiri dari sel-sel tulang rawan atau kondosit yang mengeluarkan matriks ekstraseluler dalam bentuk serat dan zat dasar. Tulang rawan adalah tulang atau kerangka sementara dalam embrio sebelum digantikan oleh tulang sejati yang berjenjang.

Sel-sel tulang tersebut mengeluarkan matriks yang disebut kondrin. Kemudian tulang yang lentur, licin dan kuat terbentuk dari matriks. Kelenturan tulang ini dalam tulang rusuk menempatkan rongga dada sehingga tulang rusuk dapat bergerak bebas ketika paru-paru berkembang selama bernafas. Tulang rawan antara tulang belakang begitu kuat dan tahan terhadap tekanan sehingga dapat dengan mudah kembali ke bentuk aslinya.

Tulang ini sangat keras dan lentur karena ada zat antara sel-sel tulang yang mengandung banyak perekat dan Zat Kapur. Zat kapur seperti lem tulang, yang merupakan sejenis protein yang disebut kolagen. Pada orang dewasa, tulang ini terletak di telinga, hidung, ujung tulang yang keras dan sendi.

Lihat Materi Lainnya :  Jaringan Ikat

Fungsi

Berikut ini beberapa fungsinya, antara lain :

1. Sebagai pendukung jaringan atau organ lunak

Tulang yang bersifat elastis dan kenyal sangat mungkin melindungi jaringan lunak tubuh dari tekanan atau ketukan keras. Karena elastisitas tulang rawan, bantal atau peredam dimuat sehingga organ terlindung dari kerusakan mekanis.

2. Sebagai Penyusun Sendi

Tulang yang berperan dalam penyusun sendi yang menghubungkan tulang keras tulang yang membentuk gerakan. Tulang ini dapat bertindak sebagai peredam gesekan mekanis antara dua tulang untuk membantu pergerakan tubuh.

3. Sebagai Pertumbuhan dan Pembentukan Tulang yang Keras

Di bagian tulang rawan tertentu, osifikasi atau penulangan terjadi, yang menjadi jaringan tulang atau osteon sejati. Tulang yang lunak mengalami pengapuran pada matriks ekstraselulernya sampai menjadi keras dan padat.

Jenis

Jenis Tulang Rawan

Berikut ini jenis-jenisnya, antara lain :

1. Tulang Rawan Hialin

Merupakan tulang yang paling umum dan biasanya yang membentuk janin atau fetus. Tulang ini juga disebut hialin kartilago, yang paling padat dibandingkan tulang rawan lainnya. Tulang-tulang ini terdiri dari sel-sel kondrosit dan matriks ekstraseluler yang didominasi oleh kolagen. Warna tulang ini berwarna putih dan terletak di permukaan sendi atau epifisis, saluran pernapasan (hidung, laring, trakea, bronkiolus) dan di ujung tulang rusuk.

2. Tulang Rawan Elastin

Merupakan tulang yang terdiri dari sel-sel kondusit yang menghasilkan campuran serat kolagen dan elastin. Struktur kartilago elastin (kartilago elastik) memiliki susunan sel kondrosit dan cairan kondroitin sulfat. Perbedaan elastis pada tulang hialin adalah serat yang dikandungnya. Tulang ini terbuat dari serat elastin, yang lebih lembut dari pada kolagen. Dengan cara ini tulang tersebut memiliki sifat elastis (fleksibel). Warna tulang ini adalah kuning, dan tubuh bisa ditemui pada telinga, Eustachius, Epiglos, dan laring.

Lihat Materi Lainnya :  Fungsi Mulut

3. Tulang Rawan Fibrosa

Merupakan jenis tulang yang memiliki sifat hialin dan elastis (campuran). Tulang ini terdiri dari serat kolagen kasar (tipe 1). Substansi dasar tidak dapat dikenali dengan jelas. Pada penyebarannya di antara tulang vertebrata dan ligamen (sebagai penghubung tulang dan otot).

Struktur Tulang Rawan

Tulang rawan atau disebut juga (kartilago) adalah jaringan ikat yang menyusun suatu sistem gerak jaringan tulang dan tersusun dari sel tulang tersebut. Sel itulah yang mengeluarkan matriks yang disebut dengan kondrin.

Matriks dapat menyebabkan tulang ini bersifat lentur, licin dan juga kuat. Kelenturan ini pada tulang rusuk yang menyusun rongga dada mengakibatkan tulang rusuk dapat bergerak bebas mengikuti perkembangan paru-paru ketika sedang bernapas.

Tulang rawan diantara ruas tulang belakang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan, sehingga sangat mudah dalam kembali kedalam bentuk semula.

Ciri-Ciri

Berikut ini beberapa ciri-cirinya, antara lain :

  1. Penyusunnya terdiri dari sel tulang rawan
    Tulang penyusunnya terdiri dari sel-sel kondroblas, yang kemudian berkembang menjadi kondrosit. Sel-sel ini dapat menghasilkan cairan dalam bentuk protein tulang. kondroblas bisa menjadi sel tulang yang keras
  2. Zat dasar terbuat dari serat dan protein
    Sel-sel tulang ini dapat mengeluarkan cairan ekstraseluler dalam bentuk kondoitin sulfate, yang lebih elastis daripada matriks yang menyusun tulang keras. Selain itu, tulang tersebut terdiri dari banyak serat seperti kolagen dan elastis.
  3. Dengan bentuk khusus semacam jaringan ikat dengan fungsinya untuk mendukung jaringan lunak.
  4. Memiliki kekuatan renggang, merupakan penyokong struktural dan membuatnya lebih fleksibel tanpa adanya distorsi.
Demikian penjelasan terkait Tulang Rawan – Pengertian, Fungsi, Jenis, Struktur, Ciri dan Contohnya. Semoga materi diatas bisa berguna dan bermanfaat untuk kita semua.
Artikel Terkait :