Sistem Endokrin

Posted on

Sistem Endokrin – Materi yang membahas tentang pengertian, fungsi, organ dan struktur sistem endokrin beserta dengan kelenjar endokrin pada manusia. Untuk memahaminya dengan jelas, silahkan kalian simak penjelasan lengkapnya dibawah ini gaes!

Sistem Endokrin

Pengertian Sistem Endokrin

Sistem endokrin merupakan salah satu sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang dapat menghasilkan hormon dan tersirkulasi pada tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi pada organ-organ lain. Sistem endokrin ini disusun dari kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang bisa disebut sebagai hormon. Hormon adalah senyawa protein maupun senyawa steroid yang mengatur kerja pada proses fisiologis tubuh.

Kelenjar endokrin pada tubuh terdiri dengan kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, kelenjar pineal,  kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid serta pulau langerhans dalam pankreas. Kelenjar tersebut mempunyai sebuah struktur yang berbeda dengan satu sama lain.

Sifat Umum dan Kelenjar Penyusun Pada Sistem Endokrin :

Menurut Pakar Ahli bernama Tenzer (1998), kelenjar endokrin dalam vertebrata (termasuk manusia) mempunyai sifat umum antara lain :

  • Semua kelenjar endokrin memiliki ukuran kecil dan mengandung banyak suatu pembuluh darah
  • Berdasarkan dari susunan sel sekretorinya, kelenjar hormon bisa dibedakan menjadi dua bagian, yakni :
    • Tipe sinusoid, yang tersusun berdasarkan sel-sel sekretori dengan bentuk kubus maupun pipih yang terletak dibagian antara sinusoid-sinusoid dan dilengkapi pada matriks jaringan ikat.
    • Tipe folikel, yaitu sel sekretori yang tersusun pada sebuah kantung bulat (folikel). Folikel dapat menimbun sekretnya pada lumen sebelum dilepaskan pada aliran darah. Tipe ini berada dibagian kelenjar tiroid.
    • Kelenjar dalam sistem endokrin hanya berkaitan secara fungsional tanpa ada suatu hubungan secara struktural.
    • Jumlah sekret yang disekresikan semuanya bergantung pada kebutuhan tubuh.
Kelenjar endokrin yang berada dibagian vertebrata (termasuk manusia) yakni, hipofisis, tiroid, pineal, paratiroid, adrenal dan organ-organ tubuh yang mengandung suatu kelenjar endokrin seperti, pankreas, gonad, ginjal, lambung, serta usus halus (Tenzer, 1998).
Pengertian Sistem Endokrin

Sistem Endokrin atau disebut sebagai kelenjar buntu, adalah sebuah kelenjar yang tidak memiliki saluran khusus dalam mengeluarkan sekretnya. Sekret pada kelenjar endokrin ini dinamakan sebagai hormon. Hormon memiliki peran penting dalam mengatur berbagai aktivitas pada tubuh hewan, sebagai contoh : aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan, serta integrasi dan koordinasi tubuh.

Sistem endokrin hamper bekerja bersamaan dengan sistem saraf, tetapi cara kerjanya untuk mengendalikan aktivitas tubuh berbeda pada sistem saraf. Terdapat dua perbedaaan cara kerja pada kedua sistem tersebut. Kedua perbedaan tersebut antara lain :

  1. Jika dibandingkan pada sistem saraf, maka sistem endokrin lebih banyak bekerja melewati transmisi kimia.
  2. Sistem endokrin dapat memperhatikan waktu respons lebih lambat dibandingkan dengan sistem saraf. Dalam sistem saraf, potensial aksi akan bekerja dengan sempurna pada waktu 1-5 milidetik, namun kerja endokrin melewati hormon baru akan sempurna pada waktu yang bervariasi,
Lihat Materi Lainnya :  Daur Hidup Katak

Dasar pada sistem endokrin yaitu hormin dan kelenjar atau (glandula), merupakan senyawa kimia perantara, hormon dapat memberikan informasi serta instruksi dari sel satu kebagian sel lainnya. Terdapat banyak sekali hormon yang berbeda-beda masuk kedalam aliran darah, namun masing-masing jenis hormon itu bekerja dan memberikan pengaruhnya dalam sel tertentu.

Fungsi Kelenjar Endokrin

Dalam kelenjar yang berada dalam tubuh masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda tergantung pada dari mana kelenjar itu dihasilkan. Namun, secara umum fungsi kelenjar endokrin sebagai berikut :

1. Penghasil Hormon

Kelenjar endokrin berperan penting untuk menghasilkan berbagai jenis hormon yang kemudian akan disalurkan kedalam darah jika diperlukan oleh jaringan tubuh.

2. Mengontrol Aktivitas

Kelenjar endoktrin berperan sebagai mengontrol aktivitas pada sebuah kelenjar tubuh untuk bisa berfungsi dengan normal maupun maksimal.

3. Merangsang Aktivitas

Kelenjar endoktrin berperan sebagai untuk merangsang aktivitas kelenjar tubuh guna nantinya disampaikan kebagian sistem saraf dan menciptakan efek oleh rangsangan tersebut.

4. Pertumbuhan Jaringan

Kelenjar endoktrin dapat mempengaruhi suatu pertumbuhan jaringan pada manusia agar jaringan itu berfungsi secara maksimal.

5. Mengatur Metabolisme

Kelenjar endoktrin berperan untuk mengatur metabolisme pada tubuh, sistem oksidasi tubuh bertugas dalam meningkatkan absorpsi glukosa pada tubuh dan juga usus halus.

6. Metabolisme Zat

Kelenjar endoktrin berperan juga sebagai untuk mempengaruhi fungsi metabolisme pada lemak, vitamin, mineral, air, metabolisme protein dan hidrat aranga pada tubuh agar secara optimal.

Kelenjar Endokrin Pada Manusia

Kelenjar endoktrin pada manusia terdiri dari 8 kelenjar utama dan berperan penting bagi tubuh manusia. Berikut kelenjar dan penjelasannya antara lain :

1. Kelenjar Hipofisis

Kelenjar hipofisis atau disebut sebagai master of gland adalah sebuah kelenjar yang dapat menghasilkan banyak hormon, masing-masing hormon mempunyao fungsi utama dalam mengatur satu sama lain. Kelenjar tersebut mempunyai ukuran yang kecil sekitar 1,3 cm berbentuk bulat. Biasanya kelenjar hipofisis sendiri terbagi dari 3 jenis, yakni hipofisis anterior, hipofisis pars intermedia dan juga hipofisis posterior.

Berikut hormon-hormon yang dihasilkan dari kelenjar hipofisis dengan fungsinya antara lain :

  • Hormon Pertumbuhan – Hormon yang mengatur suatu pertumbuhan dan perkembangan manusia dari bayi hingga dewasa, jika kekurangan hormon maka akan kerdil sedangkan jika berlebihan akan berdampak gigantisme.
  • Hormon Tirotropin – Hormon yang berperan dalam mengatur suatu pertumbuhan dan perkembangan pada sebuah kelenjar tiroid agar tidak terserang penyakit seperti gondok.
  • Adrenocorticotropic Hormone – Hormon ini berperan sebagai mengontrol pertumbuhan dan perkembangan dari kulit ginjal sampai untuk merangsang aktivitas kelenjar adrenal.
  • Hormon Prolaktin (Lactogenic) – Hormon yang berperan untuk membantu wanita saat proses melahirkan maupun sekresi susu.
  • Hormon MSH – Hormon yang berperan dalam memberikan pengaruh untuk warna kulit pada mahkluk hidup, kelebihan hormon tersebut bisa menyebabkan kulit hitam.
  • Hormon ADH – Hormon yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah padatubuh dan menurunkan dalam volume urine tubuh.
Lihat Materi Lainnya :  Perbedaan Mitosis dan Meiosis

2. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang bisa dilihat di bagian leher depan, tepatnya dibawah antara jakun dan terdapat 2 jenis lobus. Yodium yang bereada dalam kelenjar tersebut dibuat dari folikel jaringan tiroid, dimana yodium yang secara aktif diakumulasi dalam kelenjar tiroid itu sendiri. Untuk itu, jika seseorang yang mengalami kekurangan yodium pada jangka waktu yang lama dan tidak segera diobati, maka dapatr menyebabkan pembesaran dalam kelenjar gondok sampai 15x lipat dari normal.

Kelenjar tiroid dapat menghasilkan 2 hormon penting, yakni tiroksin dan triiodontironim. Dimana kedua hormon tersebut mempunyai sebuah fungsi yang sama, sebagai mengatur metabolisme, perkembangan, pertumbuhan dan juga aktivitas oleh sistem saraf. Namun ada 1 hormon yang berada dalam kelenjar tiroid yang bernama kalsitonin. Kalsitonin mempunyai fungsi penting dalam menurunkan kadar kalsium pada darah tubuh, caranya yaitu untuk mempercepat proses absorpsi kalsium yang berada dibagian tulang.

3. Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah suatu kelenjar yang berada dibagian belakang kelenjar tiroid yang berjumlah 4 buah. Berikut fungsinya dibawah ini :

  • Dapat menghasilkan PTH yang berperan dalam mengatur konsentrasi ion kalsium yang berada pada cairan ekstraseluler dengan mengabsorpsi kalsium di dalam usus
  • Dapat meningkatkan kalsium pada darah
  • Dapat mengatur suatu metabolisme fosfor
  • Selain bisa menaikkan kalsium darah, kelenjar paratiroid ini juga bisa menurunkan kadar kalsium didalam darah

Jika seseorang yang mengalami kekurangan hormon paratiroid, maka dapat menyebabkan terserang penyakit tetanus dan jika seseorang yang berlebihan hormon ini maka akan dapat menyebabkan terjadinya pengendapan kapur didalam ginjal.

4. Kelenjar Adrenalin

Kelenjar adrenalin bisa kita temui di bagian atas ginjal dalam bentuk seperti menyerupai bola. Di masing masing ginjal manusia ada 1 kelenjar suprarenalis, yang dimana kelenjar itu akan dibagi menjadi 2 bagian, yakni korteks (bagian luar) dan medula (bagian tengah).

Berikut hormon yang dihasilkan dari kelenjar adrenalin beserta dnegan tugasnya, antara lain :

  • Mineralokortikoid – Berperan dalam mengontrol jalannya metabolisme ion anorganik
  • Glukokortikoid – Berperan dalam mengontrol proses metabolimse glukosa.
  • Adrenalin & Noradrenalin – Berperan dalam vasokontriksi arteri dan mengontrol pembuluh darah pada otak serta otot, kemudian merespon gerak peristaltik, mengatur kadar gula darah dan dapat merubah glikogen menjadi glukosa dibagian dalam hati.

Cara Kerja

Pada awalnya stimulus yang mencekam akan dapat memberikan efek dibagian hipotalamus dalam mengaktifkan medula adrenal pada impuls saraf, lalu korteks adrenal dengan sinyal hormonal. Kemudian medulla adrenal berperan penting untuk merespon jangka pendek seperti stress dengan cara mensekresi hormon katekolamin. Selanjutnya korteks adrenal dapat mengontrol respon pada medulla adrenal, dimana respon itu berlangsung lebih lama daripada respon medulla adrenal.

5. Kelenjar Timus

Kelenjar timus merupakan salah satu kelenjar yang mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan manusia. Kelenjar ini bisa ditemukan dibagian dalam mediastinum, tepatnya diarea trakea. Kelenjar ini umumnya dapat membesar seiringnya dengan proses pubertas, namun akan mengecil kembali sewaktu berusia dewasa. Timus dapat menghasilkan hormon pertumbuhan yang memiliki fungsi sampai remaja dan sesudah dewasa nanti hormon pertumbuhan tidak lagi berfungsi. Berikut fungsi kelenjar timus dibawah ini :

  • Dapat membantu pertumbuhan pada makhluk hidup
  • Berperan penting dalam mengurangi aktivitas pada kelenjar kelamin
  • Dapat menghasilkan senyawa timosin yang berperan sebagai perangsang bagian limfosit tubuh
Lihat Materi Lainnya :  Fungsi Tulang Hasta

6. Kelenjar Pinealis

Kelenjar Pinealis adalah suatu kelenjar yang berada dibagian dekat pusat otak kita. Kelenjar ini bisa menghasilkan hormon dengan nama melatonin, dimana reproduksi hormon tersebut bergantung pada seberapa lama tubuh mendapatkan penyinaran. Sewaktu siang hari, kelenjar ini dapat menghasilkan sedikit melatonin, begitupun sebaliknya di malam hari akan menghasilkan banyak.

Fungsi

Fungsi dari kelenjar pinealis ini menghasilkan hormon melatonin yang berperan sebagai antioksidan tubuh yang efektif dalam memberikan perlindungan untuk sistem saraf otak dari serangan radikat bebas. Pada ritme biologis, hormon ini bisa memberikan pengaruh dalam siklus pada seseorang, maksudnya adalah pada siklus ketika bangun sampai tidur lagi maupun kebiasaan makan pada diri seseorang.

7. Kelenjar Pankreas

Kelenjar pankreas pada tubuh mempunyai peranan untuk menghasilkan insulin yang bertugas dalam mengatur tingkat glukosa didalam darah. Jika seseorang yang mengalami kekurangan insulin, maka dapat menyebabkan seorang tersebut menjadi rentan terserang penyakit diabetes. Kemudian, kelenjar pankreas dapat terbagi menjadi 3 sel yang mempunyai fungsi masing masing, antara lain :

  • Sel Alpa yang berperan dalam memproduksi glukagon serta meningkatkan glukagon, kemudian bisa juga menurunkan kadar glukosa tubuh.
  • Sel Beta yang berperan dalam memproduksi insulin, kemudian dapat menurunkan glukagon maupun meningkatkan glukosa.
  • Sel Gamma adalah salah satu sel yang sampai sekarang belum diketahui secara pasti fungsi dari tugasnya.

8. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin atau bisa disebut juga kelenjar gonad adalah suatu kelenjar yang bertanggung jawab atas pertumbuhan pada manusia. Biasanya, kelenjar ini akan menghasilkan beberapa hormon yang terbagi menjadi 2 bagian, yakni pada laki laki dan perempuan. Pada laki laki, kelenjar ini akan menghasilkan sebuah hormon testosteron, namun pada perempuan akan menghasilkan sebuah hormon progresteron dan estrogen.

Fungsi 

Berikut fungsi dari hormon testosteron pada pria yaitu untuk menjaga metabolisme pria, kemudian dapat berpengaruh besar sebagai penentu jenis kelamin dalam janin dan mempengaruhi masa pubertas dalam pria. Sedangkan pada peran hormon progresteron utamanya yaitu untuk mematangkan sebuah sel induk wanita, mempertahankan status kehamilan serta meningkatkan fungsi dari kelenjar tiroid. Selanjutnya fungsi dari estrogen yaitu sebagai pencegah nyeri dibagian payudara, bisa memberikan karakteristik secara generatif pada wanita, dan meningkatkan anabolisme protein tubuh serta dapat membantu pada pembentukan tulang.

Demikian pembahasan materi yang membahas tentang pengertian, fungsi, organ dan struktur sistem endokrin beserta dengan kelenjar endokrin pada manusia. Semoga materi diatas berguna bagi kita semua.

Lihat Materi Lainnya :

[Total: 0    Average: 0/5]