Pengertian Manajemen

Posted on

Pengertian Manajemen – Setiap organisasi atau perusahaan pastinya mempunyai berbagai permasalahan yang harus dipecahkan. Sangat jarang permasalahan pada organisasi atau perusahaan bisa semakin buruk atau berakibat hancurnya organisasi dan perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, mengatur organisasi atau perusahaan agar berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan, disinilah sebuah manajemen sangat dibutuhkan, maka pengertian manajemen patut diketahui secara benar seperti maksud dan tujuannya.

Manajemen pada organisasi atau perusahaan mempunyai peranan penting dalam mengatur kehidupan organisasi atau perusahaan agar bisa berjalan sesuai tujuan yang direncanakan bersama. Hal inilah kenapa manajemen sangat penting di dalam organisasi atau perusahaan.

Jika kalian ingin mengetahui lebih dalam mengenai manajemen, silahkan kalian simak materi dibawah ini yang akan membahas seputar manajemen seperti pengertian, fungsi, tingkatan, tujuan, unsur, jenis, prinsip dan lainnya terkait manajemen.

pengertian manajemen
pengertian manajemen

Pengertian Manajemen Secara Umum

Apa yang dimaksud dengan manajemen? Secara singkat manajemen mempunyai arti mengatur, Manajemen adalah proses yang sangat penting untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang telah dimiliki.

Secara etimologi kata manajemen diperoleh dari bahasa Perancis kuno, yakni menagement, yang merupakan seni untuk mengatur dan melaksanakan. Manajemen juga telah didefinisikan sebagai salah satu upaya perencanaan, pengkordinasian, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya dalam mencapai suatu sasaran secara lebih efektif dan efisien.

Efektif didalam mencapai sebuah tujuan sesuai dengan perencanaan dan efisien dalam melaksanakan pekerjaan dengan benar dan teroganisir.

Menurut T. Hani Handoko, terdapat tiga alasan yang paling utama kenapa manajemen diperlukan. Sebagai berikut :

  • Manajemen sangat diperlukan agar tujuan organisasi atau perusahaan bisa tercapai.
  • Manajemen juga diperlukan dalam menjaga keseimbangan seperti tujuan, sasaran, dan kegiatan, yang saling bertentangan dari pihak yang memiliki kepentingan pada organisasi.
  • Manajemen diperlukan dalam mencapai efisiensi dan efektivitas suatu organisasi.

Dalam suatu organisasi yang telah berkembang membutuhkan sebuah manajemen, seperti; mencakup manajemen strategi, manajemen sumber daya manusia, produksi, pemasaran, dan manajemen yang lainnya.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Beberapa para ahli di bidang ilmu manajemen juga telah menjelaskan apa arti manajemen. Pendapat para ahli ini dapat kita jadikan sebagai landasan untuk lebih mudah dalam memahami mengenai ilmu manajemen. Berikut definisi manajemen menurut para ahli dibawah ini:

1. Mary Parker Follet

Menurut Mary Parker Follet, pengertian manajemen adalah seni untuk menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain. Dengan kata lain, seorang manajer mempunyai tugas dalam mengatur dan mengarahkan orang lain guna mencapai tujuan pada organisasi/kelompok.

2. George R. Terry

Menurut George Robert Terry, pengertian manajemen adalah sebuah proses yang sangat khas terdiri dari beberapa faktor seperti; perencanaan, pengorganinasian, menggerakkan, dan melakukan pengawasan.

Semua langkah itu dilakukan untuk menentukan dan mencapai sebuah target atau sasaran yang ingin dicapai atau yang telah direncanakan dengan memanfaatkan sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan sumber daya yang lainnya.

3. Henry Fayol

Menurut Henry Fayol, manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengawasan atau kontrol pada sumber daya yang untuk mencapai suatu tujuan secara lebih efektif dan efisien.

4. Ricky W. Griffin

Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah suatu proses perencanaan, organisasi, kordinasi, dan proses pengawasan terhadap sumber daya dalam mencapai tujuan dengan efektif dan efisien secara tepat.

5. Lawrence A. Appley

Menurut Lawrence A. Appley, manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok untuk menggerakkan orang lain dalam melakukan pekerjaan.

6. Oey Liang Lee

Menurut Oey Liang Lee, manajemen merupakan ilmu yang didalamnya mempelajari beberapa hal seperti : perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengendalian terkait sumber daya yang dimiliki oleh organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan.

7. Hilman

Menurut Hilman, manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan dengan memanfaatkan orang lain atau kelompok dan mengawasi setiap usaha yang dilakukan individu dalam mencapai tujuan yang sama.

Baca Juga :  Recount Text

8. Dr. Ahuja

Menurut Dr. Ahujae, manajemen adalah pihak-pihak yang menawarkan atau menyediakan jasa didalam bidang yang berhubungan dengan suatu manajemen.

9. Renville Siagian

Menurut Renville Siagian, Manajemen adalah bidang usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh suatu tenaga ahli yang terlatih dan telah mempunyai banyak pengalaman.

10. Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A

Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A, manajemen adalah suatu ilmu perilaku yang terdiri dari sebuah aspek sosial eksak bukan dari tanggungjawab keselamatan atau kesehatan kerja baik dari sisi yang telah di rencanakan.

11. James A.F.Stoner

Menurut James A. F. Stoner, manajemen adalah proses perencaan, pengorganisasian, leadership, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi atau kelompok tersebut juga penggunaan Sumber daya yang dimiliki organisasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan perencanaannya sebelumnya.

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen merupakan elemen dasar yang harus menempel dalam manajemen sebagai sebuah acuan manajer (seseorang yang mengelola manajemen) dalam melaksanakan tugas untuk mencapai suatu tujuan dengan melakukan hal seperti merencanakan, mengorganisir, mengordinasi dan mengendalikan.

fungsi manajemen
fungsi manajemen

Terdapat 5 fungsi utama manajemen dalam bisnis sesuai dengan pengertian diatas, sebagai berikut:

1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah yang sangat penting didalam sebuah manajemen bisnis. Seorang manajer yang akan mengelola manajemen perusahaan atau bisnis akan merencanakan dan mengevaluasi suatu tindakan yang belum dan sudah ditindaklanjuti pada bisnis maupun perusahaan.

Perencanaan juga penting dalam menentukan secara keseluruhan tujuan perusahaan dan upaya untuk mencapai sebuah tujuan. Manajer harus selalu bertindak sebagai seseorang yang mencari alternatif (jalan keluar) untuk mencapai tujuan akhir, mencakup rencana jangka pendek, menengah atau juga dalam jangka panjang.

Tanpa melakukan perencanaan yang tepat pada bisnis yang sedang berkembang dapat membuat bisnis tidak berjalan sesuai dengan jalur yang rencanakan. Penyimpangan ini dapat berakibat fatal pada ketidakteraturan bahkan sampai terjadinya kebangkrutan.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen didalam bisnis berikutnya adalah pengorganisasian dengan membagi suatu kegiatan besar menjadi lebih simple kegiatan kecil. Tujuannya yaitu untuk mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan yang lebih efektif dan menentukan sumber daya yang diperlukan pada setiap kegiatan yang telah dibagi agar lebih efisien.

Pengorganisasian lebih gampang bisa dilakukan dengan menentukan apa tugas yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan bagaimana proses dikerjakannya. Hal ini mempunyai tujuan dalam mencapai sebuah rencana sebelumnya pada bisnis melalui proses yang terstruktur atau terorganisasi lagi.

3. Penempatan (Staffing)

Hampir sama dengan organizing, tetapi penggunaannya lebih luas. Jika organizing lebih memperhatikan manajemen pada sumber daya manusia, maka staffing lebih memperhatikan sumber daya secara umum (luas). Sumber daya itu diantaranya; peralatan, perlengkapan, dan inventaris yang berada dalam sebuah organisasi.

4. Pengarahan (Directing)

Fungsi manajamen pada bisnis yang terakhir yaitu sebagai tindakan yang mengupayakan terhadap setiap anggota bisnis atau kelompok guna mencapai sebuah sasaran atau target sesuai dengan prosedur manajerial yang telah direncanakan sebelumnya. Seorang manajer akan melakukan pengarahan jika pada proses kegiatan yang mengalami masalah atau jika apa yang telah dikerjakan tidak sesuai dengan rencana yang dibuat.

Karena tidak semua hal yang direncanakan pada bisnis bisa terwujud secara nyata dalam tindakannya, mengingat banyak sekali kejadian yang tidak dapat terduga sebelumnya. Sehingga hal inilah fungsi manajemen sangat penting sebagai pengarahan agar apa yang dikerjakan sumber daya masih berada dalam jalur yang semestinya.

5. Pengawasan (Controlling)

Pada serangkaian rencana dan tindakan yang telah dilakukan, maka diperlukan adanya pengawasan atau controlling. Fungsi manajemen bisnis pada langkah ini adalah melakukan evaluasi secara menyeluruh pada kinerja sumber daya perusahaan atau organisasi.

Manajer harus secara aktif melakukan pengawasan terhadap sumber daya yang telah diorganisasi sebelumnya dan memastikan bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan rencana. Adanya kesalahan atau penyimpangan ketika menjalankan tugas bisa menjadikan sebuah pelajaran pada perencanaan tahap yang selanjutnya.

Klasifikasi pada masing-masing sumber daya memiliki peranan penting untuk menjadi bahan klasifikasi agar tidak menimbulkan dominansi dalam manajer saja. Bisnis yang baik adalah bisnis yang setiap anggota atau teamnya mampu bekerjasama dan berjalan secara simultan.

Baca Juga :  Future Perfect Continuous Tense

Dalam hal ini terdapat beberapa yang harus terpenuhi dalam melakukan pengawasan, sebagai berikut:

  • Jalur (routing): manajer harus melakukan tindakan untuk menetapkan jalur dalam memperkecil resiko kesalahan yang terjadi.
  • Penetapan waktu (scheduling): manajer harus mempunyai waktu setiap saat dalam melakukan pengawasan, contohnya saja satu bulan satu kali, dua kali atau lebih sering.
  • Perintah pelaksanaan (dispatching): manajer harus mempunyai sikap untuk mendorong dan memerintah guna setiap sumber daya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan (target).
  • Tindak lanjut (follow up): manajer melakukan evaluasi dan memberikan solusi disemua segala permasalahan yang terjadi selama proses pencapaian tujuan dalam meminimalisisr terjadinya kesalahan yang akan terulang.

Tingkatan Manajemen

tingkatan manajemen
tingkatan manajemen

Manajer bisa diartikan sebagai anggota organisasi yang melaksanakan semua fungsi manajemen, seperti mengkoordinasikan dan mengawasi setiap pekerjaan agar dapat mencapai sebuah tujuan organisasi yang diharapkan. Dalam tingkatan manajemen terbagi menjadi tiga klasifikasi, sebagai berikut:

1. First-Line Management

Adalah sebuah tingkatan paling bawah pada klasifikasi manajemen. Dalam tingkatan manajemen ini, manajer mempunyai tugas dalam mengelola pekerjaan dari pekerja-pekerja diluar tingkatan manajerial, seperti orang-orang yang melakukan pekerjaan pada bidang produksi dan pelayanan. Kemudian first-line management juga harus bertanggung jawab dengan pekerjaan karyawan-karyawan yang dipimpinnya terhadap middle-line manajer.

2. Middle-Line Management

Adalah tingkatan pada klasifikasi manajemen yang menjembatani antara tingkatan first-line dengan top management. Kemudian, middle-line management memiliki tugas dalam mengelola pekerjaan first-line manajer dan mempertanggungjawabkannya kepada atasannya yaitu top management.

3. Top Management

Adalah tingkatan manajemen tertinggi pada struktur organisasi atau perusahaan, dan mempunyai tanggung jawab lebih besar dalam membuat keputusan organsasi juga harus menyusun sebuah rencana dan tujuan yang akan dicapai oleh suatu perusahaan.

TUJUAN MANAJEMEN

  • Melaksanakan dan mengevaluasi sebuah strategi yang telah dipilih secara efektif dan efisien.
  • Mengevaluasi kinerja, meninjau, dan mengkaji ulang situasi kemudian melakukan berbagai penyesuaian dan pengoreksian jika terjadi penyimpangan atau kesalahan di dalam pekerjaan.
  • Senantiasa memperbaharui strategi atau rencana yang telah dibuat agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal.
  • Senantiasa harus meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan juga ancaman peluang yang ada.
  • Senantiasa melakukan inovasi dari kegiatan yang dilakukan sehingga akan membuat pekerjaan menjadi lebih teratur.

Unsur-Unsur Manajemen

Unsur Manajemen
Unsur Manajemen

Untuk membentuk suatu sistem manajerial yang baik maka dibutuhkan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Semua unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain, dan jika salah satu unsur tersebut tidak ada maka akan berimbas dalam hasil keseluruhan pencapaian pada sebuah organisasi atau perusahaan.

Berikut unsur-unsur manajemen yang akan dijelaskan dibawah ini:

1. Manusia (Human)

Faktor yang sangat menentukan pada proses manajemen adalah manusia. Pada prakteknya, manusia lah yang akan membuat tujuan dan melaksanakan proses pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain, proses kerja tidak akan berhasil jika tidak terdapat unsur manusia di dalamnya.

2. Uang (Money)

Adalah unsur manajemen yang sangat berpengaruh karena hasil kegiatan bisa diukur dan dilihat dari jumlah yang beredar di suatu perusahaan. Unsur uang bisa menjadi alat pada proses pencapaian tujuan dengan pemakaiannya yang diperhitungkan secara rasional.

Penggunaan uang pada suatu perusahaan atau organisasi bisnis adalah untuk biaya operasional, gaji karyawan, pembelian dan perawatan peralatan kantor, serta peralatan lainnya yang diperlukan oleh perusahaan tersebut.

3. Materials (Bahan)

Merupakan bahan yang terdiri dari raw material atau (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material adalah sebuah faktor yang sangat penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya dapat dicapai jika terdapat material yang baik juga.

4. Mesin (Machines)

Mesin sangat dibutuhkan oleh manusia dalam melakukan pekerjaan yang sulit menjadi mudah dan lebih cepat. Penggunaan mesin akan dapat meningkatkan hasil dan keuntungan juga bisa membuat proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien.

5. Metode (Methods)

Pelaksanaan kerja hanya bisa berjalan dengan efektif dan efisien jika dilaksanakan dengan metode yang sangat tepat. Dalam sebuah metode kerja harus mempertimbangkan sasaran, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis pada suatu perusahaan.

Baca Juga :  Narrative Text

Kemudian, metode yang tepat dan baik juga harus dipahami oleh manusia yang melaksanakannya. Dengan kata lain, sebuah metode hanya dapat berjalan dengan baik jika ada manusia yang terlibat di dalamnya.

6. Pasar (Market)

Proses yang terakhir adalah pemasaran produk yang merupakan unsur manajemen yang sangat krusial bagi suatu perusahaan. Jika tidak adanya pemasaran maka barang tidak akan terjual.

Suatu bisnis dapat menguasai pasar jika menawarkan produk yang berkualitas baik sesuai dengan minat dan daya beli konsumen. Itulah sebabnya kenapa proses pemasaran sangat erat hubungannya dengan kualitas barang yang dipasarkan oleh perusahaan.

Jenis Manajemen

Pada penerapan ilmu manajemen didalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak sekali contoh yang dapat kita temukan, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Berikut beberapa contoh dan jenis manajemen dibawah ini:

  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Produksi
  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen Waktu
  • Manajemen Organisasi
  • Manajemen Strategi
  • Manajemen Administrasi Perkantoran
  • Manajemen Biaya
  • Manajemen Organisasi
  • Manajemen Personalia dan Administrasi
  • Manajemen Perusahaan
  • Manajemen Komunikasi
  • Manajemen Pendidikan
  • Manajemen Konstruksi
  • Manajemen Agribisnis
  • Manajemen Stress
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Manajemen Risiko
  • Manajemen Rantai Pasokan
  • Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas)
  • Dan lain-lain

Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol

Prinsip Manajemen
Prinsip Manajemen

Prinsip manajemen umumnya adalah inti dari keberhasilan manajemen dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Henry Fayol mengatakan bahwa terdapat 14 prinsip manajemen, sebagai berikut:

  1. Pembagian kerja (division of work), disesuaikan dengan keahlian yang telah dimiliki secara objektif sehingga pelaksanaan pekerjaan bisa berjalan dengan efektif. Dalam hal ini penempatan karyawan sebaiknya memakai sebuah prinsip right man in the right place.
  2. Wewenang dan tanggung jawab ( authority and responsibility), setiap karyawan mempunyai wewenang sendiri untuk melaksanakan pekerjaannya, namun harus diimbangi juga dengan tanggung jawab di setiap pekerjaan yang dilakukan.
  3. Disiplin, setiap karyawan harus mempunyai disiplin diri untuk melaksanakan pekerjaannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
  4. Kesatuan perintah (unity of command), perintah yang telah diterima harus mempunyai tujuan yang sama walaupun berasal dari orang yang berbeda, agar tidak terjadi kebingungan ketika akan melakukan pekerjaan.
  5. Kesatuan pengarahan (unity of direction), karyawan memerlukan suatu pengarahan yang tepat agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat sasaran sesuai dengan prosedurnya.
  6. Kepentingan organisasi, harus mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri, karyawan harus menyadari bahwa keberhasilan suatu perusahaan akan berpengaruh terhadap dirinya sehingga harus mengusahakan dan memberikan yang terbaik dalam kepentingan perusahaan tersebut.
  7. Penggajian pegawai, kompensasi yang sesuai dengan pekerjaan akan memberikan kedisiplinan dan semangat bekerja yang tinggi untuk masing-masing karyawan.
  8. Pemusatan wewenang (centralization), tanggung jawab akhir pada suatu organisasi atau perusahaan berada dalam tingkatan manajer puncak (top manajer) yang mempunyai wewenang tertinggi.
  9. Hirarki, terdapat pembagian kerja akan menimbulkan hirarki pada suatu susunan organisasi atau perusahaan.
  10. Ketertiban (order), ketertiban pada pekerjaan sangat penting dalam menghindari kekacauan yang bisa saja menghambat pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi tersebut.
  11. Keadilan dan kejujuran (egnity), berhubungan dengan moral karyawan yang harus dimiliki oleh setiap lapisan organisasi atau perusahaan.
  12. Stabilitas kondisi karyawan, kestabilan kondisi harus dijaga agar tidak mengganggu performa karyawan yang pada akhirnya dapat mengambat pencapaian tujuan perusahaan.
  13. Prakarsa (initiative), prakarsa timbul ketika ada seseorang yang berusaha menyelesaikan hal-hal yang semestinya dilakukan untuk memberikan hasil yang lebih maksimal.
  14. Semangat kesatuan atau semangat korps (espirts de corps), rasa senasib sepenanggungan akan memberikan semangat lebih dalam kegiatan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Demikian penjelasan mengenai Pengertian Manajemen – Fungsi, Tingkatan, Tujuan, Unsur, Jenis, Prinsip, semoga dapat menjadikan pengetahuan untuk kalian setelah membaca dan memahami materi diatas. Semoga bermanfaat 🙂

Artikel Lainnya :

5/5 (2)