Pendapatan Nasional

Posted on

Pendapatan Nasional – Materi pembahasan mengenai pengertian, manfaat, konsep, rumus dan perhitungan Pendapatan Nasional secara lengkap, serta dilengkapi dengan contoh soal dan pembahasannya. Silahkan simak penjelasan lengkapnya dibawah ini gaes!

Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah? Pengertian Pendapatan Nasional merupakan seluruh pendapatan yang telah diterima kepada setiap anggota masyarakat dalam suatu negara untuk periode tertentu, biasanya dihitung dalam jangka satu tahun.

Dari pengertian pendapatan nasional diatas juga dapat didefinisikan sebagai jumlah total hasil produksi nasional yang dihasilkan dari seluruh anggota masyarakat dalam suatu negara untuk periode tertentu, biasanya dalam satu tahun.

Pada penjelasan diatas, terdapat tiga poin yang perlu kita perhatikan, sebagai berikut :

  • Nilai total hasil produksi akhir (barang dan jasa), maksudnya adalah nilai yang dihitung pada nilai akhir barang dan jasa.
  • Suatu perekonomian, merupakan suatu batasan penduduk pada suatu negara.
  • Adanya periode, merupakan batasan perhitungan dalam setiap periode (biasanya dalam satu tahun).

Konsep Pendapatan Nasional

Ada beberapa konsep yang dapat digunakan dalam mengetahui sebuah pendapatan nasional pada suatu negara. Berikut beberapa konsep pendapatan nasional  dibawah ini :

1. Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk Domestik Bruto atau disebut juga (Gross Domestic Product) merupakan jumlah total barang dan jasa yang telah berhasil diproduksi dengan unit-unit eknomi di dalam negeri maupun domestik pada satu periode (satu tahun).

GDP = Pendapatan Dalam Negeri + Pendapatan Asing Dalam Negeri

Barang dan jasa yang telah diproduksi oleh badan usaha asing di dalam negeri juga merupakan termasuk di dalam Gross Domestic Product (GDP). Misalnya, pada perusahan Y milik Jepang mempunyai cabang yang berada di Indonesia, maka hasil dari produksinya termasuk pada GDP.

Lihat Materi Lainnya :  Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

2. Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto atau disebut juga (Gross National Product) merupakan total jumlah produk, baik barang atau jasa, yang telah diproduksi oleh masyarakat pada suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. Produksi ini termasuk juga yang diproduksi oleh warga negara tersebut di luar negeri, contohnya pada pengusaha Indonesia yang beroperasi di luar negara lain.

GNP = Pendapatan WNI  dari Dalam Negeri + Pendapatan WNI dari Luar Negeri – Pendapatan Asing Dalam Negeri

3. Produk Nasional Netto (NNP)

Produk Nasional Netto atau disebut juga (Net National Product) merupakan jumlah total Produk Nasional Bruto yang dikurangi dengan penyusutan barang modal. Penyusutan ini adalah penggantian barang modal untuk peralatan yang dipakai dalam kegiatan produksi. Umumnya berupa taksiran sehingga dapat terjadi kekeliruan walaupun dalam relatif yang kecil.

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)

4. Pendapatan Nasional Netto (NNI)

Pendapatan Nasional Netto atau disebut juga (Net National Income) merupakan suatu pendapatan yang dihitung berdasarkan dari jumlah balas jasa yang diperoleh dari masyarakat pemilik faktor produksi tersebut.

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

5. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan atau disebut juga (Personal Income) merupakan jumlah total pendapatan yang diperoleh dari masing-masing orang pada masyarakat, termasuk dari penghasilan yang didapatkan tanpa perlu bekerja, seperti PNS yang mendapatkan uang dari hasil pensiun.

PI = NNI – Pajak dalam Perusahaan – Iuran – Laba (keuntungan) Ditahan + Transfer Payment

Transfer Payment merupakan semua penerimaan yang tidak dari hasil balas jasa produksi, namun diambil dari suatu pendapatan nasional tahun sebelumnya. Contohnya dana pensiun, tunjangan pengangguran, dan lain sebagainya.

6. Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (DI)

Pendapatan yang Siap Dibelanjakan atau disebut juga (Disposable Income) merupakan suatu penghasilan yang telah dikurangi dengan pajak langsung sehingga bisa dibelanjakan maupun disimpan kedalam bentuk investasi.

DI = PI – Pajak Langsung

Pajak langsung merupakan pajak yang tidak dapat dialihkan ke pihak lain, Contohnya pada pajak penghasilan.

Lihat Materi Lainnya :  Perbedaan Statistik dan Statistika

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

Dalam perhitungannya pendapatan nasional dibagi menjadi tiga pendekatan, Sebagai berikut :

  1. Pendekatan Produksi

Pada pendapatan nasional dihitung dengan ditambahkannya nilai produksi akhir oleh masing-masing sektor. Harus diperhatikan bahwa nilai yang akan dihitung ialah nilai barang maupun jasa akhir, bukan pada nilai bahan mentah atau bahan setengah jadi. Misalnya, apabila pada suatu negara mempunyai sektor perkebunan, dengan hasil utamanya yaitu buah mangga. Harga buah mangga dari petani yaitu Rp 200,00 per buah.

Mangga tersebut yang nantinya akan dibeli oleh perusahaan A dengan dipotong-potong dan juga dikeringkan, sehingga harga mangga tersebut menjadi Rp 500,00. Mangga yang sudah dikeringkan itulah dibeli oleh perusahaan B dengan diubah menjadi keripik mangga yang dijual seharga Rp 1.000,00.

Dari ilustrasi berikut, maka nilai pendapatan nasional suatu negara tersebut ialah sebesar Rp 1.000,00 yang merupakan hasil dari nilai akhir dari produksi mangga. Nilai yang sama bisa kita peroleh dengan menjumlahkan pada nilai tambah dari hasil produksi mangga. Berikut pembahasannya :

Unit Ekonomi Nilai tambah Harga
Petani 200 200
Perusahaan A 300 500
Perusahaan B 500 1000
Total nilai tambah 1000

Y = nilai akhir

Maka,

Y = nilai tambah1 + nilai tambah2 + …. + nilai tambah n

  1. Pendekatan pendapatan

Pendapatan nasional dihitung dari hasil menjumlahkan semua imbal hasil berupa upah, sewa, bunga, maupun laba/keuntungan

Y = upah + sewa + bunga + keuntungan (laba)

  1. Pendekatan pengeluaran

Bisa dihitung dengan menjumlahkan semua pengeluaran, dari konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, sampai selisih nilai ekspor yang dikurangi dengan impor.

Y = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (expor – impor)

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional

Perhitungan pada pendapatan ini pasti mempunyai manfaat kepada suatu negara. Berikut manfaat perhitungan Pendapatan Nasional dibawah ini :

  • Mendapatakan suatu informasi terkait tingkat kemakmuran dalam suatu negara.
  • Membantu sebuah proses evaluasi kinerja perekonomian pada skala tertentu.
  • Kemudahan pada mengukur perubahan perekonomian dalam suatu negara secara berkala.
  • Kemudahan pada membandingkan kinerja ekonomi terhadap setiap sektor.
  • Menjadi ukuran kualitas hidup masyarakat dalam suatu negara.
  • Menjadi ukuran perbandingan kinerja dalam setiap negara.
  • Menjadi alat ukur perbandingan kualitas standar hidup pada suatu negara.
  • Menjadi suatu indikator maupun perbandingan tingkat pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
  • Menjadi suatu indikator dan perbandingan pertumbuhan ekonomi serta kekayaan pada suatu negara.
Lihat Materi Lainnya :  Pengertian Sejarah

Pendapatan per Kapita

Konsep dari pendapatan per kapita umumnya merupakan besarnya pendapatan domestik bruto dibagi dengan jumlah penduduk dalam suatu negara tersebut. Jika mengetahui nilai pendapatan per kapita, kita bukan hanya mengetahui besarnya perekonomian pada suatu negara seperti yang sudah terlihat dalam nilai pendapatan domestik bruto, tetapi juga perlu melihat besarnya kesejahteraan rata-rata penduduk pada suatu negara tersebut.

Contoh Soal dan Pembahasan

Latihan Soal dan Pembahasannya

Pada sebuah Negara Adidaya bermaksud untuk menghitung besarnya suatu pendapatan nasional negara itu dengan memakai pendekatan pengeluaran. Maka diketahui beberapa data yang dilihat dari negara Adidaya sebagai berikut: (pada milyar rupiah)

  • Sewa tanah: 15.000
  • Konsumsi: 54.000
  • Upah: 26.000
  • Pengeluaran pengusaha: 16.000
  • Ekspor: 9.000
  • Impor: 4.000
  • Keuntungan: 5.000
  • Ekspor netto 5.000
  • Pengeluaran pemerintah: 15.000

Berdasarkan hasil dari data tersebut, besarnya pendapatan nasional negara Adidaya yaitu :

a. 74.000

b. 90.000

c. 95000

d. 98. 000

e. 87.000

Pembahasan

Dengan memakai pendekatan pengeluaran, maka pendapatan nasional bisa dihitung dengan ditambahkannya konsumsi,  pengeluaran pemerintah, pengeluaran pengusaha (investasi), dan juga ekspor netto (ekspor – impor). Perlu diketahui bahwa ekspor netto yaitu selisih antara ekspor dengan impor sehingga kita tidak harus menghitung ulang kembali.

Diketahui :

Y = C + G +  I + Ekspor netto

Maka,

Y = 54.000 +  15.000 +16.000 + 5000

Y = 90.000 (b)

Demikian penjelasan mengenai Pengertian, Manfaat, Konsep, Rumus, Perhitungan Pendapatan Nasional. Semoga pembahasan diatas bisa bermanfaat untuk kita semua!

Baca Juga :

[Total: 0    Average: 0/5]