Jaringan Otot

Posted on

Jaringan Otot – Pengertian, Fungsi, Struktur, Sifat, Letak, Jenis (+Gambar) – Adalah akumulasi dari sel-sel otot, miofibril, dan serat otot yang berkontribusi pada pergerakan tubuh manusia. Untuk memahaminya lebih lanjut, silahkan kalian simak penjelasan lengkapnya dibawah ini gaes!

Pengertian

Pengertian jaringan otot adalah akumulasi dari sel-sel otot, miofibril, dan serat otot yang berkontribusi pada pergerakan tubuh manusia. Otot memainkan peran aktif dalam pergerakan tubuh manusia. Semua gerakan digerakkan oleh masing-masing otot yang terhubung.

Peran otot juga bisa menggerakkan organ di luar dan di dalam tubuh. Misalnya, di dalam tubuh jantung memompa darah dan ginjal. Sedangkan di luar tubuh, gerakan tangan, kelopak mata, kaki dan  gerakan lainnya.

Otot memainkan peran aktif dalam kehidupan manusia, terutama selama latihan sehari-hari. Begitu banyak orang juga melatih otot untuk mengangkat berat maksimal. Kekuatan otot dapat dilatih dengan latihan kekuatan otot seperti mengangkat beban.

Hampir semua organ tubuh terhubung dengan otot. Semua yang bisa bergerak memiliki otot sendiri. Dan ada banyak sekali sehingga satu organ memiliki banyak otot.

Gambar 

Jaringan Otot

Macam-Macam Jaringan Otot Berdasarkan Pergerakan

Jaringan diatas memiliki berbagai jenis. Jaringan dapat dibedakan berdasarkan sifat pelaksanaan fungsi dalam mekanisme pergerakan. Dua jenis jaringan ini adalah jaringan volunter dan jaringan involunter.

1. Jaringan Volunter

Jaringan volunter adalah jaringan pada otot yang dapat berkontraksi secara sadar. Otot relawan bekerja dengan jaringan saraf yang terhubung ke bagian otak. Jenis otot ini sering disebut sebagai jaringan otot sadar.
Otot yang secara sadar dirasakan selama aktivitas dan gerakan. Gerakan yang terjadi pada otot sukarela dapat disesuaikan dengan kesadaran dan keinginan kita. Otot ini bisa bergerak sangat cepat dan sangat kuat. Kelemahannya adalah otot merasa sedikit lelah. Diketahui bahwa jaringan otot pada manusia dilengkapi dengan sistem otot rangka dan garis yang dapat bekerja secara sadar.

2. Jaringan Involunter

Jaringan involunter adalah jaringan pada otot yang dapat berkontraksi tanpa pengaruh kepercayaan diri. Otot involunter tidak disuplai oleh jaringan saraf sensorik seperti jaringan involunter. Gerakan di jaringan ini tak sadar dipengaruhi oleh sistem saraf otonom. Aktivitas dalam jaringan ini tidak sadar dapat melibatkan otak dan keinginan seperti pada jaringan otot yang sewenang-wenang. Kedua jaringan bekerja secara berbeda dan memiliki fungsi masing-masing.
Jaringan involunter diketahui bekerja sangat lambat. Performa otot-otot ini bisa bertahan lama dan tidak bisa diperkirakan dalam periode waktu tertentu. Fitur spesial lainnya adalah jaringan ini berfungsi tanpa merasa lelah. Jaringan ini dalam tubuh manusia terletak di bagian-bagian tubuh, termasuk organ vital dalam otot untuk sirkulasi jantung dan otot polos.

Struktur 

Berikut ini adalah penjelasan tentang struktur pembentukan dari gambar di atas:

1. Tendon

Tendon adalah penghubung antara otot dan tulang. Tendon memiliki serat putih dan non-elastis. Aponeuroses adalah lapisan datar atau simpai dari jaringan fibrosa untuk memperkuat kelompok otot dan terkadang menempelkan otot ke bagian yang menggerakkannya.

2. Fascia

Fasia adalah gabungan jaringan ikat fibrosa dan jaringan areolar yang dapat menyatu dan berkontraksi otot. Di setiap fasikula dapat dipisahkan dengan jaringan ikat Perimysium. Sel-sel satelit tersebar antara endomisium dan serat otot, membantu memperbaiki jaringan tersebut yang rusak. Di daerah-daerah tertentu, seperti telapak tangan, fasia ini sangat padat dan kuat. Contohnya adalah fascia Palmaris dan fascia plantaris.

3. Sarcolemma

Sarcolemma adalah unit struktural jaringan tsersebut dengan diameter 0,01 hingga 0,1 mm dan panjang 1 hingga 40 mm, yang meliputi sel otot. Jaringan ini dapat melindungi otot. Jumlah dan jumlah jaringan, terutama di jaringan elastis, meningkat seiring bertambahnya usia. Setiap serat otot ditutupi dengan jaringan elastis tipis yang disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yang mengandung bahan semikair disebut sarkoplasma. Dalam matriks serat otot yang terendam, unit fungsional adalah otot berdiameter 0,001 mm yang disebut miofibril.

4. Miofibril

Myofibrils adalah jaringan serat otot. Ketika dilihat dengan mikroskop, myofibrils terlihat seperti pita gelap dan terang bersilang. Pita hitam (filamen tebal) dibentuk oleh myosin. Pita terang (filamen tipis) dibentuk oleh aktin, troponin, dan tropomiosin

5. Miofilamen

Miofilamen adalah jaringan filamen halus / filamen yang berasal dari miofibril. Ada dua jenis jaringan, yaitu miofilamen homogen (pada otot polos) dan miofilamen heterogen (pada otot jantung / otot jantung dan otot lurik).

6. Sarkoplasma

Sarkoplasma adalah jaringan dalam bentuk cairan sel otot yang fungsinya untuk menentukan lokasi miofibril dan miofilamen.

Sifat Jaringan Otot

Ada 4 karakteristik jaringan satu ini, yaitu, ekstensibilitas, elastisitas, irritabilitas dan kemampuan mengembangkan ketegangan. Sifat-sifat ini umumnya ditemukan pada semua otot, yaitu otot jantung, otot polos dan otot rangka manusia.

1. Ekstensibilitas

Ekstensibilitas umumnya hadir di beberapa jaringan biologis. ekstensibilitas adalah kemampuan untuk meregangkan atau menambah panjang otot, dan elastisitas adalah kemampuan otot untuk kembali ke panjang normal setelah peregangan (Distretch). Elastisitas otot mengembalikan otot ke posisi istirahat normalnya setelah melakukan peregangan dan mencapai pemindahan ketegangan secara konsisten dari otot ke tulang.

2. Elastisitas

Sifat elastis otot digambarkan sebagai 2 komponen utama. Komponen paralel elastis (PEC) diwakili oleh membran otot, yang menolak ketika otot secara pasif diregangkan. Serial Elastic Component (SEC) terletak di tendon dan bertindak sebagai pegas fleksibel untuk menyimpan energi elastis saat otot tegang meregang (Distretch). Komponen-komponen elastisitas otot ini dinamakan demikian karena membran dan tendon otot sejajar dengan serat otot dan seri atau seri dengan serat otot yang membentuk komponen kontraktil. Elastisitas otot rangka manusia sebagian besar hadir dalam SEC (tendon).

3. Irritabilitas

Ciri khas lain dari otot adalah iritabilitas. Irritabilitas  adalah kemampuan untuk menanggapi stimulus. Stimulus yang mempengaruhi otot dapat bersifat elektrokimia, misalnya efek potensial dari saraf, atau secara mekanis, bagian pukulan dari luar pada otot. Ketika diaktifkan oleh stimulus, otot bereaksi dengan perkembangan ketegangan (tension).

4. Kemampuan Mengembangkan Ketegangan

Kemampuan untuk membangun ketegangan adalah ciri khas jaringan diatas. Di masa lalu, perkembangan ketegangan otot dikenal sebagai kontraksi atau sebagai komponen kontraktil dari fungsi otot. Kontraktilitas adalah kemampuan otot untuk memperpendek panjang otot.

Fungsi Jaringan Otot dan Jenis Berdasarkan Strukturnya

Jenis Jaringan Otot

Fungsi jaringan ini dan jenisnya berdasarkan dari struktur dapat dibagi menjadi tiga jenis jaringan. Setiap jaringan memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dari otot lurik, polos dan otot jantung. Struktur yang berbeda memungkinkan setiap jaringan untuk melakukan mekanisme kerja otot secara berbeda. Lokasi atau tempat otot-otot ini juga berbeda, yang menyebar ke seluruh tubuh. Jenis otot berdasarkan perbedaan struktural, termasuk jaringan otot polos, lurik dan jantung.

Mungkin Anda tertarik dengan : 5 Perbedaan Otot Polos, Otot Lurik dan Otot Jantung Dalam Bentuk Tabel

1. Otot Polos

Jaringan ini adalah jaringan dengan sifat tidak disengaja. Jaringan ini terletak di dinding organ-organ dalam tubuh. Organ-organ ini termasuk peralatan pernapasan pada manusia, saluran pencernaan manusia, reproduksi, ekskresi dan pembuluh darah.
Gerakan yang berlangsung di otot polos tidak bisa dikontrol oleh saraf kesadaran. Otot ini tidak dikendalikan oleh sistem saraf otonom. Karena alasan ini, tidak mudah untuk merasakan kelelahan dalam kesadaran ini dan dalam aktivitas pergerakan otot ini. Gerakan itu dilakukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Jaringan ini memiliki sifat spesifik yang berbeda dari jaringan lainnya. Berikut adalah sifat-sifat jaringan ini antara lain :
  • Sel-sel dalam jaringan ini memiliki bentuk gelendong dan lancip di kedua ujungnya
  • Sel-sel otot memiliki nukleus atau nukleus sel yang ada di tengah sel.
  • Otot dalam bentuk serat halus yang berjalan secara melintang dalam bentuk jaringan yang tidak kompeten
  • Otot bekerja secara tidak sadar atau tidak sadar dan dapat bekerja berjam-jam.
  • Otot-otot bereaksi perlahan, tetapi bekerja terus menerus tanpa kelelahan dan untuk waktu yang lama.
Lihat Materi Lainnya :  Daur Hidup Katak

2. Otot Lurik

Jaringan ini adalah salah satu jaringan dengan sifat volunter. Jaringan ini terikat pada bagian kerangka tubuh. Jenis jaringan ini sering disebut sebagai jaringan otot rangka. Otot belang bekerja di bawah pengaruh kesadaran.
Otot ini lelah dan tidak bisa bekerja untuk waktu yang lama. Otot belang menggerakkan tulang dalam sistem kerangka manusia. Otot ini juga bertindak sebagai perlindungan pada berbagai bingkai yang menopang tubuh. Otot bergaris adalah tempat di mana lemak melekat, yang memiliki berbagai fitur spesifik. Berikut ini adalah sifat-sifat jaringan tersebut.
  • Sel-sel dalam jaringan ini memiliki bentuk silinder memanjang dan tidak ditemukan di kedua ujungnya
  • Otot belang memiliki banyak nuklei atau nuklei di bagian perifer.
  • Ada serat-serat halus di otot bergaris yang berjalan melintasi jaringan, meskipun penampang tidak jelas.
  • Otot belang bekerja secara sadar dan termasuk dalam jenis otot sukarela atau bekerja secara sadar.
  • Otot-otot ini bereaksi dengan cepat tetapi tidak bisa bertahan lama, karena mereka merasa sedikit lelah.

3. Otot Jantung

Jaringan ini  adalah salah satu jaringan yang memiliki sifat tidak sadar atau bertindak tidak sadar. Jaringan ini dapat dilihat di bagian-bagian organ jantung. Jaringan ini memiliki struktur penyusun yang memiliki banyak kesamaan dengan otot bergaris. Hanya saja kedua otot ini memiliki mekanisme aksi yang berbeda. Otot jantung memiliki mekanisme aksi seperti otot polos.
Jaringan yang berada di jantung bekerja secara tidak sadar. Ini terjadi karena gerakan yang terjadi akibat pengaruh sel saraf otonom. Hubungannya dengan sel saraf otonom yang menyebabkan organ jantung tak pernah terasa lelah. Otot-otot bergerak selama beberapa dekade untuk memompa darah ke dan dari seluruh tubuh. Jaringan otot jantung memiliki sifat khusus.
  • Sel-sel dalam jaringan tersebut memiliki bentuk silinder memanjang dengan dua ujung yang terlihat
  • Jaringan ini memiliki nukleus atau nukleus yang ada di tengah sel.
  • Ketika melakukan pengamatan, serat halus terlihat di jaringan otot melintang.
  • Jaringan ini bekerja secara tidak sadar atau tidak sadar.
  • Jaringan diatas dapat bekerja terus menerus tanpa lelah dan untuk waktu yang sangat lama.
Demikian penjelasan lengkap tentang Jaringan Otot – Pengertian, Fungsi, Struktur, Sifat, Letak, Jenis (+Gambar). Semoga penjelasan materi diatas bisa berguna dan bermanfaat untuk kita semua.
Lihat Materi Lainnya :