Jaringan Ikat

Posted on

Jaringan Ikat – Jaringan ikat adalah jaringan yang mengikat, menyokong dan menunjang bagian atau organ lain. Untuk memahaminya lebih lanjut terkait dengan penjelasan Pengertian, Struktur, Jenis, Fungsi, Letak dan Ciri-Cirinya. Silahkan kalian simak penjelasan lengkapnya dibawah ini gaes!

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan Ikat

Jaringan ikat adalah jaringan yang mengikat, menyokong dan menunjang bagian atau organ lain. Susunan pada jaringan ikat adalah sel yang terdiri dari matriks ekstraseluler yang susunannya dapat menyebar.

Jaringan yang ada di dalam tubuh, memiliki susunan yang sela , dan menyebar dalam matriks ekstraseluler. Jaringan ini terbentuk dari masenkim yang berasal dari mesoderm. Mesoderm adalah lapisan tengah dalam embrio, jaringan ikat juga disebut sebagai jaringan pendukung atau jaringan penyokong.

Tidak hanya mengikat dan mendukung jaringan tetapi juga melindungi organ-organ tubuh, membentuk tubuh, menyimpan energi dan mengatur sistem peredaran darah. Karena itu, tidak mengherankan jika jaringan ini ditemukan di hampir semua organ tubuh.

Anggota-anggota organ dan tulang-tulang tubuh bergerak sangat aktif dan dengan demikian memungkinkan pergeseran organ. Dengan adanya jaringan ini ada kemungkinan organ-organ tubuh tidak terjadi pergeseran. Jadi jaringan ini sangat penting bagi tubuh manusia.

Struktur Jaringan Ikat

Terdapat dua struktur dari jaringan diatas dalam tubuh manusia, yaitu matriks dan sel-sel jaringannya. Di bawah ini kita akan membahas keduanya:

1. Matriks

Matriks adalah dasar untuk menerapkan jaringan ikat ke tubuh. Matriks bahan yang berkelanjutan berdasarkan cairan ekstraseluler. Matriks berikut berisi berbagai serat dan bahan, termasuk:

a. serat kolagen

Serat matriks ini terbuat dari karbon, yang tidak elastis dan sangat kuat dan mudah robek bila ditarik terlalu lama. Serat ini digunakan untuk menghubungkan tulang ke otot yang biasanya ditemukan pada tendon.

Selain tendon, ada juga tulang dan kulit. Susunan paling penting dari matriks serat berperasaan adalah 25% dari total protein dalam tubuh.

b. Serat elastis

Seperti namanya, serat elastis juga elastis. Serat ini memiliki elastisitas benang kuning panjang yang sangat tinggi.

Serat ini ditemukan di pembuluh darah, ligamen, dan membran tulang rawan di laring. Terdiri dari elastin, mucopolysaccharides, dan protein yang dikelilingi oleh glikoprotein

Lihat Materi Lainnya :  Tulang Tapis - Pengertian, Ciri, Letak, Bentuk, Jumlah, Fungsi (+Gambar)

c. Serat retikular

Serat ini sangat rentan karena sangat tipis dan bercabang. Serat reticular terdiri dari serat kalsit dan kalsit. Elastisitas yang sangat rendah membuat serat ini sangat rentan terhadap kerusakan atau sobekan.

Berfungsi sebagai jaringan penghubung yang terhubung ke jaringan lain. Kita dapat menemukannya di hati, limpa dan kelenjar getah bening.

d. Bahan dasar

Komponen dasar dari matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Sifat matriks ini sangat elastis dan fleksibel ketika asam hialuronat sangat tinggi (sendi) dan akan kaku ketika mucopolysaccharide tinggi (tulang belakang). Fungsinya untuk mengikat air, pelumas dan peredam kejut.

2. Sel-Sel Jaringan Ikat

Berikut ini adalah struktur struktur jaringan ikat dalam sel, termasuk:

a. Fibroblas

Fibroblas adalah sel dalam bentuk serat yang mengekskresikan protein.

b. Makrofag

Sel Makrofag adalah sel dengan bentuk tidak fleksibel yang bertindak sebagai pinositosis dan fagositosis. Pada pinositosis, partikel-partikel kecil diminum dalam bentuk limbah cair. Sedangkan fagositosis merupakan sebua proses yang memakan sel-sel mati serta bakteri.

c. Sel tiang

Sel tiang adalah sel yang bertindak sebagai penghasil heparin dan histamin. Heparin dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah. Dan histamin dapat meningkatkan permeabilitas kapiler darah.

d. Sel lemak

Sel-sel lemak menyimpan lemak. Sel-sel lemak membentuk jaringan lemak.

e. Sel plasma

Sel plasma adalah sel dengan bentuk tidak teratur yang bertindak sebagai perang melawan patogen jahat. Sel-sel ini adalah yang paling banyak di daerah pencernaan dan pernapasan, yang mengandung banyak patogen.

Jenis Jaringan Ikat

Jenis-jenis jaringan diatas berikut meliputi:

1. Jaringan Ikat Sejati

Jaringan sejati ini ada di perut. Membran yang melindungi organ-organ di perut adalah jaringan ikat yang benar. Jaringan ini terdiri dari jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat. Ikatan longgar bertindak sebagai organ yang membungkus, pembuluh darah dan saraf. Sementara ada dua jaringan ikat padat, yaitu jaringan padat biasa dan jaringan padat tidak beraturan. Ikatan ketat yang teratur dapat ditemukan di tendon, yang merupakan hubungan antara tulang dan otot, dan ligamen yang menghubungkan tulang dan tulang.

2. Jaringan Ikat Cair

Dapat dibedakan antara jaringan ikat padat dan cair pada jaringan darah dan limfa. Jaringan darah bertindak untuk mengangkut darah dan kekebalan. Sementara jaringan limfa bekerja dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

3. Jaringan Ikat Penyokong

Penyokong atau penunjang adalah jaringan yang berperan dalam pembentukan dan dukungan tubuh. Seperti jaringan tulang ini, ada juga tulang rawan dan jaringan keras.

  • Jaringan tulang rawan terdiri dari sel-sel kondrosit, yaitu hialin, elastin dan fibrosa.
  • Jaringan tulang keras terdiri dari sel-sel osteosit yang terdiri dari tulang padat dan tulang berongga.
Lihat Materi Lainnya :  Daur Hidup Katak

Macam-macam dan Letak Jaringan Ikat

Gambar Jaringan Ikat

Tergantung pada struktur dan fungsinya, jaringan ini dibagi menjadi beberapa macam, termasuk:

1. Jaringan Ikat Longgar

Jaringan ini adalah jaringan dengan sel-sel langka, dan bagian dari jaringannya terdiri dari matriks dalam bentuk lendir atau cairan lendir yang terkandung dalam serat kolagen dan serat elastis. Fitur dari jaringan longgar adalah disposisi serat longgar.
Jaringan ini terletak pada magrofag, sel plasma, sel pol dan juga sel lemak. Fungsi jaringan ikat longgar adalah untuk membungkus / melindungi organ, pembuluh darah, dan saraf.

2. Jaringan Ikat Padat

Jaringan yang terdiri dari sel-sel fibroblast dan memiliki banyak serat kolagen yang tersusun padat dan teratur. Serat kolagen fleksibel tetapi tidak elastis. Jaringan ikat bertindak sebagai penghubung antar organ.
Jaringan ini terletak di tendon, ligamen dan juga pembungkus tulang dan dermis di kulit. Fungsi tendon adalah koneksi antara tulang dan otot, sedangkan fungsi ligamen adalah koneksi antara tulang dan tulang lainnya.

3. Jaringan Tulang Rawan

Jaringan tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrionik, juga disebut mesenkim. Pada orang dewasa, jaringan tulang berasal dari selaput tulang atau perikondrium, yang mengandung banyak chondroblast (pembentukan sel tulang rawan). Jaringan tulang rawan, disebut tulang rawan, terdiri dari:
  1. Tulang Rawan Hialin
    Adalah tulang rawan yang mengandung chondroblast dan kolagen. Warna tulang hialin adalah putih kebiruan dan transparan. Tulang rawan hialin adalah bagian utama dari kerangka embrionik dan terjadi pada tulang laring, trakea, dan tulang dada. Fungsi tulang rawan adalah untuk memberikan kekuatan, untuk mendukung perancah embrionik dan juga untuk mendukung gerakan.
  2. Tulang Rawan Elastis
    Adalah tulang rawan yang memiliki struktur lebih fleksibel. Serat elastin berwarna kuning dan pericondrium terletak di kartilago elastin. Fungsi tulang rawan elastis adalah untuk memberikan fleksibilitas dan dukungan. Tulang rawan Elastin hadir di embrio, daun telinga, laring, telinga luar, dan epiglotis.
  3. Tulang Rawan Fibrosa
    Merupakan tulang rawan yang sangat kuat dan fleksibel. Fungsi tulang rawan fibronectin adalah untuk melindungi dan mendukungnya. Warna tulang rawan fibrinous gelap dan berawan. Tulang rawan fibrosis terletak di tulang belakang dan tendon

4. Jaringan Tulang

Tulang adalah jaringan ikat yang mengandung mineral. Jaringan tulang rawan terdiri dari sel-sel tulang yang disebut osteosit. Osteosit hadir di celah dan dibentuk oleh osteoblas.
Matriks konstituen jaringan tulang mengandung kolagen dan kalsium fosfat, yang membuat struktur jaringan tulang sangat keras. Dilihat di bawah mikroskop, jaringan tulang terdiri dari unit-unit dengan pembuluh darah. Pembuluh darah itu menyediakan makanan untuk pertumbuhan tulang dan saraf. Fungsi jaringan tulang adalah untuk menopang tubuh, suatu alat gerakan untuk melindungi organ-organ dalam tubuh. Ada dua jenis tulang, yaitu tulang padat (tulang tanpa rongga seperti tulang pipa) dan tulang spons (tulang dengan rongga seperti tulang pendek).

5. Jaringan Lemak

Jaringan lemak atau jaringan adiposa jaringan adalah jaringan yang bertindak sebagai simpanan lemak dan berfungsi sebagai cadangan makanan dan penghangat tubuh. Jaringan lemak longgar dan sel-selnya berbentuk bulan dengan selaput sel tipis. Jaringan adiposa hadir di semua bagian tubuh.

6. Jaringan Darah

Jaringan darah adalah jaringan ikat khusus karena bentuk cairannya. Jaringan darah diklasifikasikan sebagai jaringan ikat karena memiliki matriks ekstraseluler cair, plasma darah. Fungsi jaringan darah adalah pembawa esensi, hormon, oksigen dan sisal, yang dihasilkan dari metabolisme dan pencegahan infeksi. Jaringan darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (sel darah) dan plasma darah

7. Jaringan Limfa

Jaringan limfa atau jaringan getah bening memiliki peranan dalam proses bertindak sebagai kekebalan tubuh dan juga mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah. Jaringan limfoid ditemukan di organ-organ seperti timus, getah bening tonsil, dan limpa. Jaringan limfa ini terdiri dari retikuler dan makrofag.

Fungsi Jaringan Ikat

Berdasarkan dari penjelasan dan struktur penyusun diatas. Fungsi-fungsinya tercantum di bawah ini meliputi:
  • Mengikat dan mendukung jaringan lain
  • Menyokong antar jaringan atau organ lain
  • Melindungi semua organ tubuh
  • Pengangkutan cairan dalam tubuh
  • Sistem kekebalan dalam tubuh
  • Membungkus organ-organ lain
  • Berperan untuk menyimpan cadangan makanan
  • Membunuh dan membasmi patogen jahat
Lihat Materi Lainnya :  Daur Hidup Capung

Ciri-Ciri Jaringan Ikat

Ciri-ciri jaringan diatas berdasarkan dari penjelasan diatas, sebagai berikut:
  • Lokasi sel jaringan ikat tidak dekat satu sama lain ketika terhubung hanya di bagian atas protoplasma
  • Memiliki komponen intraseluler atau matriks
  • Memiliki bentuk tersebar atau tidak teratur, sitoplasma granular dan inti sel membengkak atau menggelembung.
Demikian penjelasan lengkap terkait dengan Jaringan Ikat – Pengertian, Struktur, Jenis, Fungsi, Letak dan Ciri-Cirinya. Semoga materi diatas bisa berguna dan bermanfaat untuk kita semua.
Lihat Materi Terkait :
[Total: 0    Average: 0/5]