Jangka Sorong

Posted on

Jangka Sorong – Materi berikut ini akan menjelaskan tentang cara membaca, cara menghitung, bagian-bagian, fungsi, jenis dan contoh soal jangka sorong secara lengkap dan terperinci. Silahkan simak penjelasan lengkapnya dibawah ini gaes!

jangka sorong
jangka sorong

Pengertian Jangka Sorong

Jangka sorong merupakan suatu alat ukur yang dapat mengukur jarak, kedalaman, dan ‘diameter dalam’ suatu objek menggunakan tingkat akurasi dan presisi yang sangat baik (±0,05 mm). Hasil pengukuran dari ketiga fungsi alat tersebut dapat dibaca menggunakan cara yang sama.

Alat ini sudah dipakai secara luas pada berbagai bidang industri atau enjiniring (teknik), seperti proses desain atau perancangan, manufaktur atau pembuatan, sampai pengecekan pada akhir produk. Alat ini digunakan luas karena mempunyai tingkat akurasi dan presisi yang sangat tinggi, mudah dipakai, mudah dibawa, dan tidak memerlukan perawatan yang khusus. Karena alasan inilah mengapa jangka sorong lebih banyak disukai insinyur (enjinir) dibanding dengan alat ukur konvensional seperti penggaris atau lainnya.

Bagian-bagian Jangka Sorong

Jangka sorong mempunyai bagian-bagian yang terdiri dari skala baca yang tercetak dalam badan alat ini (sama halnya dengan skala baca atau angka-angka pada penggaris) yang bisa diatur berdasarkan dengan letak “rahang” pada jangka sorong; terdapat dua pasang rahang, yaitu sepasang rahang luar (rahang bawah) bisa mengukur sebuah jarak (pengukur utama) dan juga sepasang rahang dalam (rahang atas) bisa mengukur ‘diameter dalam’ (contoh seperti mengukur diameter dalam pada sebuah cincin). Kedua pasang rahang itu bisa digerakkan dalam pengukuran, jarak antar rahang pada kedua pasang rahang itu bisa dibaca menggunakan cara yang sama.

Selain itu, ada sebuah tangkai ukur kedalaman yang dalam pergerakannya bisa diatur dengan cara menggerakkan rahang tersebut. Karena ketiga bagian tersebut saling bergerak dengan bersamaan, maka dari itu ketiga fungsi tersebut pengukurannya dapat dibaca maupun dihitung dengan cara yang sama.

Baca Juga :  Induksi Matematika

Untuk lebih detailnya pada bagian-bagian jangka sorong bisa kalian lihat pada gambar sebagai berikut :

Bagian-bagian Jangka Sorong

Fungsi Jangka Sorong

Beberapa fungsi dari jangka sorong atau vernier caloper pada pengukuran suatu benda, sebagai berikut:

  1. Bisa mengukur tinggi suatu benda secara bertingkat.
  2. Bisa mengukur suatu ketebalan pada benda. Benda yang akan diukur dapat berbentuk bulat, kubus, bujur sangkar, balok, persegi, dan lainnya.
  3. Bisa mengukur inner ring atau bagian dari suatu benda.
  4. Bisa mengukur outer ring atau bagian dari luar benda.
  5. Bisa mengukur kedalaman pada suatu benda.

Fungsi Bagian Jangka Sorong

Fungsi Bagian Jangka Sorong

  1. Rahang Dalam
    Terdiri dari 2 bagian rahang, yakni suatu rahang geser dan juga rahang tetap. Rahang dalam memiliki fungsi untuk mengukur sebuah diameter luar dan ketebalan benda.
  2. Rahang Luar
    Rahang luar memiliki 2 rahang seperti halnya pada rahang dalam. Mempunyai fungsi rahang luar untuk mengukur suatu diameter pada benda.
  3. Depth probe
    Depth probe bisa dipakai dalam mengukur kedalaman pada suatu benda.
  4. Skala Utama (cm)
    Mempunyai fungsi untuk menyatakan hasil pengukuran utama pada satuan centimeter (cm).
  5. Skala Utama (inchi)
    Mempunyai fungsi untuk menyatakan hasil pengukuran pada satuan inchi.
  6. Skala nonius (dalam 1/10 mm)
    Pada setiap garis skala melihatkan 1/10 mm. Namun ada beberapa yang mempunyai skala 1/20, dan lainnya. Sepuluh skala nonius mempunyai panjang yakni 9 mm, sehingga untuk jarak dua skala nonius yang saling berdekatan yaiti 0,9 mm. Dengan begitu, perbedaan pada satu skala utama dan satu skala nonius ialah 1 mm – 0,9 mm = 0, 1 mm atau 0,01 cmDengan melihat skala terkecil pada gambar  benda di atas , maka ketelitian pada benda itu yakni setengah dari skala terkecil pada suatu benda tersebut, yaitu : 0,005 cm
  7. Skala Nonius (untuk inchi)
    Menunjukan suatu skala pengukuran fraksi dari inchi
  8. Tombol pengunci
    Mempunyai fungsi untuk menahan bagian – bagian yang bergerak, sehingga pemakai dapat mengukur menjadi lebih mudah.

Jenis Jangka Sorong

Benda tersebut mempunyai dua jenis yang masing-masing memiliki suatu perbedaan dalam membaca skala, sebagai berikut:

1. Jangka sorong analog (manual)

Jangka sorong analog (manual)

Jenis ini sering sekali dipakai pada praktikum di sekolah. Cara menggunakan alat ukur ini masih manual, selanjutnya memerlukan ketelitian yang lebih. Kemudian, untuk mengetahui hasil dari pengukuran kita harus menghitungnya terlebih dahulu.

Baca Juga :  Perbedaan Statistik dan Statistika

2. Jangka sorong digital

Jangka sorong digital

Jenis yang satu ini merupakan hasil perkembangan dari jangka sorong analog. Biasanya model digital ini jarang ditemukan pada praktikum sekolah. Pada jenis vernier caliper digital mempunyai layar digital yang bisa muncul nilai dari benda yang diukur tanpa perlu menghitungnya secara manual.

Menggunakan jenis model yang satu ini akan bisa mempermudah dan mempercepat pengukuran benda – benda. Tetapi, dari segi harga alat yang digital ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis manual.

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

Berikut kelebihan jangka sorong dibawah ini:

  • Mempunyai ketepatan dalam melakukan pembacaan yang lumayan baik umumnya ketepatan pembacaannya berkisar 0.05-0.01 mm .
  • Bisa mengukur diameter sisi luar dengan menggunakan cara dijapit.
  • Bisa mengukur diameter sisi dalam dengan menggunakan cara di ulur.
  • Bisa mengukur suatu kedalaman.
  • Harga yang relatif murah dan sangat terjangkau.

Adapun kekurangan jangka sorong dibawah ini:

  1. Tidak dapat mengukur suatu benda yang besar.
  2. Dapat terjadi pemuaian pada alat tersebut.
  3. Dikarenakan sensor berkontak langsung pada benda kerja yang memungkinkan terjadinya suatu goresan atau benturan yang dapat menyebabkan ketidakrataan dalam kedua sensor atau kedua rahang tersebut.

Cara Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong

Lihatlah hasil pengukuran diatas. Untuk cara membaca jangka sorong bisa melihat hasil pengukurannya hanya memerlukan dua langkah pembacaan saja, yakni:

  1. Membaca skala utama: perhatikan gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm (garis merah) adalah suatu angka yang paling dekat dengan garis nol dalam skala vernier persis di sebelah kanan. Jadi, hasil skala utama yang terukur ialah 21mm atau 2,1 cm.
  2. Membaca skal vernier: perhatikan gambar diatas dengan jelas, ada satu garis skala utama yang sangat tepat bertemu dengan satu garis dalam skala vernier. Pada gambar tersebut, garis lurus itu yakni angka 3 dalam skala vernier. Jadi, hasil skala vernier yang terukur ialah 0,3 mm atau 0,03 cm.
Baca Juga :  1 Kg Berapa Liter? Berikut Konversi Kilogram Ke Liter

Untuk melihatkan hasil pengukuran akhir, tambahkan saja kedua nilai pengukuran diatas. Sehingga akan menghasilkan pengukuran diatas sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm (atau 2,13 cm).

Cara Menghitung Jangka Sorong

Cara Menghitung Jangka Sorong

Hitung hasil pengukuran tersebut!

Penyelesaian :

Pada skala utama menunjukan hasil: 58 mm

Pada skala nonius menunjukan hasil : 5 x 0.1 = 0.5 mm

Hasil pengukuran adalah : (58 + 0.5 mm) = 58.5 mm = 5.85 cm.

Contoh Soal Jangka Sorong

Contoh Soal 1
Contoh Soal Jangka Sorong 1

Tentukan hasil pengukuran pada tersebut dalam satuan centimeter (cm).

Penyelesaian:

Pembacaan pada skala utama ialah = 10 cm (angka 10 sama bersebrangan dengan angka nol dalam skala vernier yang ada disebelah kanannya).

Pembacaan pada skala vernier atau skala nonius= 0,02 cm (garis kedua sesudah nol dalam skala vernier tepat lurus dengan garis yang ada diatasnya).

Jadi, hasil dari pengukuran pada gambar di atas adalah = 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm

Atau 100,2 mm.

Contoh Soal 2

Pada suatu baut yang panjangnya diukur dengan memakai jangka sorong yang skala utama centimeter (cm)seperti yang bisa dilihat pada gambar diatas. Maka tentukanlah hasil perhitungan akhir dalam pengukuran diatas dengan satuan milimeter (mm).

Penyelesaian:

Pembacaan pada skala utama ialah = 1,1 cm atau 11 mm (terdapat pada satu garis sesudah angka 1 dalam skala utama yang sama persis bersebrangan dengan angka nol dalam skala vernier yang berada disebelah kanannya).

Pembacaan pada skala vernier atau skala nonius= jika dilihat dengan seksama, garis dalam skala vernier yang tepat lurus menggunakan garis diatasnya yang merupakan garis antara 6 dan 7. Jadi, hasil skala vernier yang terukur ialah 0,65 mm.

Jadi, hasil dari pengukuran panjang baut ialah 11 mm + 0,65 mm = 11,65 mm

Atau 1,165 cm.

Demikian penjelasan tentang Jangka Sorong – Cara Membaca, Menghitung, Bagian dan Contoh Soal. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Selamat belajar!

Artikel Terkait :