Daur Hidup Capung

Posted on

Daur Hidup Capung – Mirip sekali dengan belalang, daur hidup capung dialam menjadi pusat perhatian para pemerhati atau peneliti lingkungan. Hal ini disebabkan karena capung di alam mempunyai manfaat sebagai salah satu contoh hewan insekta yang bisa menjadi sumber makanan terhadap hewan lainnya, dapat menjaga ekosistem air dan menjadi suatu sumber obat terbaru sampai detik ini juga. Tetapi pada ketiga manfaat itu, manfaat capung sebagai penjaga ekosistem air itu perlu diperhatikan. Karena faktor yang mempengaruhi saat ini adalah pencemaran air yang bisa merusak kondisi telur capung.

Para peneliti lingkungan ini untuk mengetahui sebuah keberadaan capung di alam juga harus mempelajari metamorfosis atau daur hidup capung. Berdasarkan  dengan pengelompokkannya, daur hidup capung ini termasuk ke dalam proses metamorfosis yang tidak sempurna. Metamorfosis tidak sempurna ini dilihat dari pengertiannya bisa diartikan sebagai  perubahan bentuk dan ukuran hewan yang hanya melalui 3 (tahapan) saja yakni telur, nimfa dan capung dewasa. Jika kalian ingin mengetahuinya dengan jelas, silahkan simak penjelasannya dibawah ini gaes!

Daur Hidup Capung

daur hidup capung
daur hidup capung

Capung adalah jenis serangga Purba, karena capung sudah hidup sejak 300 juta tahun lalu. Seperti jenis serangga lainnya, Libellula depressa atau Tubuh capung terdiri dengan 3 bagian: kepala yan memiliki mata besar, dada (thorax) dilengkapi dengan 4 sayap yang panjang tetapi tidak bisa ditekuk dan juga 3 pasang kaki dan perut (abdomen) dengan 10 segmen.

Untuk itu, sebelum menjadi capung dewasa atau (Imago) capung sudah melewati tahapan atau fase sebelumnya yakni proses tumbuh dari telur sampai menjadi capung dewasa bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun. Berikut penjelasan metamorfosis capung, dari telur sampai menjadi capung dewasa dan cara berkembangbiaknya dibawah ini:

Baca Juga :  Jaringan Ikat

1. Telur

telur

Telur capung ini akan terjadi apabila ada suatu perkawinan antara capung betina dan capung jantan. Untuk bentuk dari capung betina dan capung jantan dapat kita bedakan salah satunya bentuk pada ekornya. Capung betina mempunyai ekor seperti gunting yang ujungnya ada 2 lancip sementara pada capung jantan mempunyai ekor seperti ujung fountain pen. Jika kalian ingin mengetahui perkawinan capung betina dan capung jantan terjadi. Coba saja perhatikan jika terdapat 2 jenis capung yang berdekatan, kemungkinan capung tersebut akan melakukan perkawinan.

Kemudian setelah melakukan perkawinan, maka capung betina akan berkembang biak. Ketika telur capung akan dikeluarkan maka capung betina langsung meletakan telur itu di tempat seperti pada tumbuhan air maupun kolam. Telur yang dihasilkan dari capung betina ini dari hasil perkawinannya dengan capung jantan biasanya dapat menghasilkan kurang lebih sebanyak 100.000 telur.

2. Nimfa

Nimfa

Berikutnya, ketika berada di air nimfa bisa bertahan hidup dan nimfa akan mencari hewan lain untuk dijadikannya sumber makanan. Pada saat menjadi nimfa, ikan dan juga berudu menjadi mangsa nimfa capung tersebut. Maka dari itu adanya proses makan dan dimakan dalam tahapan ini adalah suatu interaksi antar hewan, dimana nimfa capung menjadi pemangsanya. Kemampuan nimfa capung yang dapat hidup ini akan berhasil karena kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

3. Capung Dewasa

capung dewasa

Capung dewasa yang telah hidup di alam pastinya mereka berhasil dari proses pergantian kulit sekitar 8 hingga 12 kali untuk menjadi nimfa. Selama menjadi nimfa terdapat suatu proses pergantian kulit dan perubahan bentuk tubuh yang telah di alami oleh capung mulai dari kecil sampai menjadi capung dewasa. Proses pergantian kulit pada capung akan memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 4 minggu sampai 4 tahun. Lamanya pergantian kulit ini tergantung dengan kondisi lingkungan dan pertumbuhan bahkan dilihat dari perkembangan capung itu sendiri.

Baca Juga :  Jaringan Otot

Cara Berkembang Biak Capung

cara berkembang biak capung

Capung adalah jenis hewan yang setia. Setelah capung melakukan perkawinan yang nantinya capung betina akan mengandung telur, maka capung jantannya akan selalu mendampinginya kemanapun capung betina itu pergi. Ketika capung betina ingin meletakkan telurnya, maka saat itu menjadi saat yang sangat berbahaya untuk dirinya.

Karena ketika ia berkonsentrasi untuk mengeluarkan telurnya, ia akan kehilangan konsentrasi dan bisa menjadi sasaran bagi predator seperti burung. Maka untuk melindunginya, capung jantan lah yang akan terbang di atasnya. Tujuannya yakni sewaktu ada predator yang mengincar, maka capung jantan yang akan dimakan dan bukan capung betina.

Selanjutnya, jika telur-telur capung itu menetas dan menjadi suatu larva Capung, maka ia akan hidup dan berkembang di perairan sampai mereka mengalami metamorfosis menjadi Nimfa, dan akhirnya akan keluar dari air sebagai Capung dewasa yang mempunyai sayap sempurna siap terbang dan mencari makan secara bebas.

Sebagian besar pada siklus hidup Capung ini telah dihabiskan pada saat masih menjadi Nimfa, di bawah permukaan air, yang memakai insang internal dalam melakukan pernafasan. Pada tahap menjadi Nimfa, Capung terus hidup dan menjadi hewan karnivora yang bisa dikatakan cukup ganas. Nimfa  yang memiliki ukuran lumayan besar ini bisa memburu dan memangsa berudu bahkan anakan ikan. Kemudian setelah menjadi capung dewasa dan bisa terbang, Capung hanya hidup maksimal selama waktu empat bulan saja.

Demikian penjelasan tentang Daur Hidup Capung – Penjelasan, Urutan, Tahapan, Cara Berkembang (+Gambar). Semoga materi singkat diatas bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Terkait :